Laba Bersih TiPhone di Triwulan I 2019 Naik 17%

Laba Bersih TiPhone

Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi produk selular di Indonesia, PTTiPhone Mobile Indonesia, Tbk. (TELE), berhasil membukukan laba bersih triwulan I 2014 sebesar Rp 60,737 miliar atau naik sebesar 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai angka Rp 51,864 miliar.

Kenaikan laba bersih ini didorong oleh meningkatnya pendapatan bersih perseroan sebesar 52 persen dari Rp 1,978 triliun pada triwulan I 2013 menjadi Rp 3,00 triliun di triwulan I 2014. Direktur Utama TELE, Tan Lie Pin mengatakan, baik penjualan voucher maupun telepon seluler memberikan peningkatan kontribusi pada pendapatan konsolidasi Tiphone pada triwulan I 2014. “Sekitar 63,2 persen dari total pendapatan kami saat ini masih disumbangkan oleh penjualan voucher seluler,” terangnya di hadapan puluhan jurnalis, (24/6), lalu.

la menjelaskan, penjualan voucher seluler pada triwulan I 2014 mencapai Rp 1,897 triliun, meningkat 6,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,781 triliun. Perluasan jaringan distribusi voucher yang dilakukan oleh perseroan selama triwulan I tahun ini mendorong peningkatan tersebut.

Lebih jauh lagi Tan Lie Pien menjelaskan, peningkatan layanan data juga turut memacu penjualan voucher prabayar. Sementara itu, pendapatan dari penjualan telepon seluler atau ponsel melonjak drastic, yaitu sebesar 460,3 persen menjadi Rp 1,103 triliun di akhir triwulan I 2014 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 196,89 miliar. Kesuksesan perseroan dalam mengembangkan gerai ponsel pintar atau smartphone bekerjasama dengan brand luar negeri turut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan penjualan tersebut.

Tan Lie Pin mengatakan, peningkatan drastis dari bisnis penjualan ponsel tersebut mendorong perseroan untuk fokus pada pengembangan jaringan distribusi terutama produk smartphone. “Sampai akhir 2014, perseroan menargetkan akan menambah sekitar 1000 outlet penjualan ponsel untuk merealisasikan rencana kami sebagai distributor ritel ponsel terbesar di Indonesia,” tuturnya. Pengembangan jaringan ritel untuk mendukung penjualan produk ponsel branded yang telah menjadi mitra selama ini dilakukan melalui anak perusahaan perseroan, Telesindo Shop.

Perkembangan pasar smartphone yang terus meningkat pesat belakangan ini memang membutuhkan gerai yang tak hanya menjual produk, tetapi juga menyediakan pelatihan dan pengetahuan kepada calon pembeli.

Corporate Secretary TELE, Samuel Kurniawan menambahkan, pada tahun ini perseroan akan menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 139 miliar. Dana itu akan dipakai untuk berbagai kegiatan pengembangan usaha dan penambahan modal kerja perseroan. Pada tahun 2013, perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 448 miliar, meningkat 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 298 miliar. Pendapatannya naik 28 persen menjadi Rp 10,5 triliun pada 2013 dibandingkan Rp 8,2 triliun pada 2012.

Kontributor pendapatan utama masih diperoleh dari penjualan voucher seluler yang mencapai Rp 8,3 triliun, naik 7,7 persen dibandingkan Rp 7,7 triliun pada 2012. Laba bersih yang diraih perseroan pada tahun lalu mencapai Rp 295 miliar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s